Pages

Labels

Total Tayangan Laman

Diberdayakan oleh Blogger.

Share It

Pengikut

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Sabtu, 12 April 2014

Semoga Semoga dan Semoga :)

apa kabar kamu? seseorang yang sudah lama lagi tak pernah ku dengar kabarnya. seseorang yang pernah begitu lama menemani kala duka ataupun senang. apakah kamu masih mengingatku? seperti halny diriku sekarang yang masih mengingatmu, yang sulit untuk menghapusmu dari pikiranku. rindu... mungkin seperti itu yang ku rasakan sekarang, mngkin aku hanya bisa melihat dan mengawasi mu dari kejauhan. menanyakan kabarmu dari teman-teman mu saja, karena aku yg sangat pengecut, yang tak berani menanyakan langsung kepadamu. (mungkin) semua karena kesalahan terakhirku yang membuatku tak berani lagi menemuimu, menghubungimu, ataupun sekedar menanyakan kabarmu melalui sosial media.

melalui tulisan ini juga saya ucapkan Selamat Ulang Tahun, tak terasa kini umurmu sudah 20 tahun,  semoga semoga dan semoga semua yang terbaik yang diberikan kepadamu di umurmu yang baru, semoga kamu menjadi yang lebih baik dari sebelumnya. mungkin tak banyak yang bisa saya katakan tapi yang pasti tetaplah menjadi seseorang yang dulu dan sekarang saya kenal. seseorang yang sering tertutup kepada siapapun, seseorang yang mampu menyembunyikan kesedihan dan seseorang yang senang berbagi kebahagiaan kepada siapapun :).

Minggu, 23 Maret 2014

Last Child - Tak Pernah Ternilai

Kau menyiksaku di sini dalam rasa bersalah
Yang kini membunuhku secara perlahan
Kau selalu menghindar dari aku yang selalu mencoba
Ungkapkan semua lewat tatap mata ini
Ternyata maafmu tak pernah pantas untukku
Kau anggap aku tak ada 
Dan kau tak pernah mengenal diriku

Setidaknya diriku pernah berjuang
Meski tak pernah ternilai di matamu
Setidaknya ku pernah menanti, terkapar melawan sepi hatiku 
Yang tak pernah bisa berhenti mencintaimu

Kau menghukum hati ini, hati yang dulu 
Kau yakini tak pernah kecewakanmu
Kau memutuskan tuk pergi sebelum ku sempat 
Memohon dan mengemis agar kau tetap di sini

Ternyata sedalam itu kau benci diriku
Kau anggap ku tak terlihat
Meski ku tepat di depan matamu

Setidaknya diriku pernah berjuang
Meski tak pernah ternilai di matamu
Setidaknya ku pernah menanti, terkapar melawan sepi hatiku 
Yang tak pernah bisa berhenti mencintaimu

Setidaknya diriku pernah berjuang
Meski tak pernah ternilai di matamu
Setidaknya ku pernah menanti, terkapar melawan sepi hatiku 
Yang tak pernah bisa berhenti oooh

Setidaknya diriku pernah berjuang
Meski tak pernah ternilai di matamu
Setidaknya ku pernah menanti, terkapar melawan sepi hatiku 
Yang tak pernah bisa berhenti mencintaimu